yasmit.com – program pembinaan mualaf Yayasan Mualaf Indonesia Timur meliputi
Memberikan rasa diterima, nyaman, dan dihargai.
Sambutan hangat: Sapa dengan penuh kasih, tidak menghakimi masa lalu.
Pendamping pribadi (mentor): Tunjuk satu orang pembimbing yang bisa menjadi tempat bertanya dan bercerita.
Bangun kedekatan emosional: Dengarkan kisah perjalanan mualaf masuk Islam tanpa menggurui.
Perkenalan komunitas: Ajak bergabung dalam lingkungan muslim yang positif (masjid, majelis, komunitas remaja muslim, dll).
Menanamkan keyakinan yang benar tentang Allah dan Islam.
Makna syahadat dan tauhid (mengenal Allah & Rasul-Nya).
Mengenal rukun iman dan rukun Islam.
Menghapus keyakinan lama yang bertentangan dengan tauhid.
Menumbuhkan kecintaan kepada Allah, Rasul, dan Islam.
Ceramah ringan & dialog interaktif.
Kajian dasar dengan bahasa sederhana.
Buku panduan mualaf, seperti “Aku Telah Menemukan Islam” atau “Panduan Muslim Baru.”
Membiasakan mualaf menjalankan ibadah dengan benar.
Tata cara wudu dan shalat (langsung dipraktikkan).
Mengenal Al-Qur’an dan doa-doa harian.
Pembiasaan puasa Ramadhan dan ibadah dasar lainnya.
Penjelasan zakat, sedekah, dan etika dalam Islam.
Simulasi dan praktik langsung di masjid atau rumah.
Video pembelajaran / aplikasi digital.
Bimbingan bertahap tanpa tekanan.
Membentuk kepribadian muslim yang utuh.
Akhlak & etika Islam.
Adab pergaulan, pakaian, makanan, pekerjaan.
Fiqih ringan (muamalah, thaharah, shalat jamaah, dll).
Sejarah Nabi Muhammad SAW dan sahabat.
Membantu mualaf beradaptasi dan mandiri dalam lingkungan Islam.
Kegiatan sosial & keagamaan bersama.
Program ekonomi & pelatihan keterampilan (bagi yang kehilangan pekerjaan setelah menjadi mualaf).
Pendampingan psikologis & keluarga.
Dukungan finansial atau beasiswa bila diperlukan.
Menjaga konsistensi iman dan amal.
Pengajian rutin / halaqah mingguan.
Pembimbingan pribadi (mentoring).
Program kaderisasi mualaf menjadi pembimbing bagi mualaf lain.
Lembut, sabar, dan menghargai perbedaan.
Jangan langsung membebani dengan hukum berat.
Berikan contoh nyata, bukan sekadar teori.
Fokus pada cinta dan rahmat Islam, bukan hukuman.
Libatkan mualaf dalam kegiatan positif agar merasa diterima.
